˚◦♥◦˚التورية ˚◦♥◦˚

A.    Pengertian Tauriyah
Tauriyah adalah gaya bahasa yang di dalamnya terdapat lafadz yang mempunyai dua arti; arti dekat dan arti jauh, dan arti yang jauh itulah yang dikehendaki oleh pembicara. Kalu begitu apa yang dimaksud dengan uslub tauriyah?. Ada beberapa pakar lain yang mendefinisikan uslub tauriyah, antara lain:
1.      Hifny Bnk Nashif mendefinisikan uslub tauriyah dengan;
أن يذ كر لفظ يب يتبا در فهمه الكلام وبعيد هو المرا د له معنيا ن قر
tauriyah adalah bila disebutkan satu lafadz yang mempunyai dua arti; arti pertama adalah arti dekat yaitu segera dapat dipahami maksud pembicara itu. Dan arti kedua arti yang jauh, arti yang jauh inilah yang dimaksud’
2.      Ali Jarim memberikan definisi dengan;
التورية أن يذ كر المتكلم لفظا له معنيا ن قريب ظا هر غير مرا د وبعيد خفى هوالمراد
Tauriyah adalah seorang mutakalim menyebutkan lafadz yang mempunyai dua makna; pertama, makna yang dekat dan jelas yang tidak dimaksudkan; kedua, makna yang jauh dan samar, namun itu yang dimaksudkan.
3.      Dengan redaksi yang sedikit lebih sederhana, Majdi Wahbah mengatakan tauriyah adalah;
أن يكون للفظ معنيا ن أحد هما قريب والثا نى بعيد والبعيد هو المقصود
Tauriyah adalah loafadz yang mempunyai dua arti; pertama arti dekat, kedua arti jauh, dan itu yang dimaksud.
B.     Contoh-contoh Tauriyah

1.      هو الذى يتو فا كم با لليل و يعلم ما جر حتم با لنها ر
“Dan Dialah yang mematikan kamu di waktu malam, dan Dia mengetahui apa yang kamu perbuat (dari dosa) di siang hari” QS. Al-Ana’am; 20.
2.      كم قطع الجود من لسا ن*  قلد من نظمه النحورا
فها أنا شا عرسراج * فا قطع لسا نئ أزدك نورا
‘berapa banyak kedermawanan penguasa itu dapat memutuskan lidah serta mengikat leher(para penyair). Inilah sdaya siraj, potonglah lidahku, maka akan bertambah terang’

C.     Penjelasan
Pada contoh (1), Allah swt berfiman dengan menggunakan kata yang mempunyai dua arti, yaitu kata (ا جر حتم    ), arti yang pertama adalah terluka dan kedua berbuat dosa. Bila kita membaca firman Allah tersebut, kita akan segera mengatakan bahwa kata جر حتم berarti (kamu terluka), arti inilah yang langsung muncul di pikiran kita, munculnya arti luka di pikiran itu sangat wajar, mengingat sudah ada kata  يتو فيكم (Dialah yang mematikan kamu sekalian) yang mendahuluinya.
Dengan adanya kata يتو فيكم itu secara langsung akan mengiring pikiran kita untuk memaknai lafadz جر حتم dengan (kamu terluka). Benarkah arti dekat itu yang dikehendaki oleh Allah Swt?. Ternyata bukan, karena yang dikehendaki oleh Allah Swt adalah arti yang jauh, yaitu “berbuat dosa”. Yang dimaksud dengan arti dekat adalah arti yang segera muncul karena tidak adanya isyarat yang menjadikan arti itu segera muncul.

Pada contoh (2), penyair Sirajuddin juga menggunakan kata yang berarti dua, yaitu lafadz  سرا ج; arti pertama adalah lampu dan kedua adalah nama orang. Dalam bait puisi di atas, kita akan segera memahami bahwa yang dimaksud dengan lafadz سراج adalah lampu. Lampu adalah arti yang dekat yang segera muncul di pikiran kita. Mengapa demikian? Karena pikiran kita digiring oleh lafadz نور yang berarti cahaya. Arti yang kedua adalah nama orang, arti y6ang kedua ini tidak segera muncul di pikiran kita, mengingat isyrat yang mengarah kesana sangat tipis sekali. Tapi yang jauh inilah sebenarnya yang dimaksud oleh sang penyair, yaitu siraj nama orang.  




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar